Lambang Injil

 

Santo Matius

Matius Evangelis

St Matius dilambangkan dengan seorang manusia ilahi sebab Injil Matius menekankan kedatangan Yesus ke dalam dunia ini, pertama-tama dengan menyajikan silsilah keluarga-Nya – “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” (Mat 1:1) – dan inkarnasi serta kelahiran-Nya – “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut…” (Mat 1:18). “Maka inilah,” menurut St Ireneus, “Injil kemanusiaan-Nya; oleh sebab itulah juga, karaketer dari seorang manusia yang lemah lembut dan rendah hati terus dipelihara sepanjang keseluruhan Injil.”

Santo Yohanes

Yohanes evangelis

 

St Yohanes dilambangkan dengan rajawali terbang. Injil Yohanes dimulai dengan prolog yang “tinggi” dan “melambung” guna menembus masuk hingga kekedalaman yang paling dalam dari misteri-misteri Tuhan, hubungan antara Bapa dan Putra, dan inkarnasi: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yoh 1:1-3) dan “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh 1:14). Injil St Yohanes, tidak seperti Injil-Injil lainnya, membawa pembaca masuk ke dalam ajaran-ajaran paling mendalam dari Tuhan kita, seperti percakapan panjang antara Yesus dengan Nikodemus, juga dengan perempuan Samaria; ajaran-ajaran indah mengenai Roti Hidup dan Gembala Yang Baik. Yesus juga menyebut DiriNya sebagai “jalan, kebenaran dan hidup,” dan siapa pun yang sungguh percaya kepada-Nya akan dibangkitkan ke kehidupan kekal bersama-Nya.

Santo Lukas

Lembu bersayap melambangkan St Lukas. Lembu dipergunakan dalam kurban-kurban di Bait Suci. Sebagai contoh, ketika Tabut Allah dibawa ke Yerusalem, apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, dikorbankanlah seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan (2 Sam 6). St Lukas memulai Injilnya dengan pemaklumkan kelahiran St Yohanes Pembaptis kepada ayahnya, yakni seorang imam yang bernama Zakharia, yang sedang mempersembahkan kurban di Bait Suci (Luk 1). St Lukas juga mencatat kisah tentang Anak yang Hilang, di mana anak lembu tambun disembelih, bukan hanya untuk merayakan pulangnya si anak yang hilang, melainkan juga untuk menggambarkan sukacita yang pastilah kita alami dalam memperoleh rekonsiliasi dengan Bapa melalui Juruselamat kita yang Mahabelas-kasih, yang sebagai Imam mempersembahkan DiriNya Sendiri sebagai kurban demi pengampunan dosa-dosa kita. Sebab itu, lembu bersayap mengingatkan kita akan karakter imamat Tuhan kita dan kurban-Nya demi penebusan kita.

Santo Markus

St Markus, dilambangkan dengan singa bersayap, menunjuk pada Nabi Yesaya kala ia memulai Injilnya, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: `Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.’” “Suara orang yang berseru-seru di padang gurun” mengingatkan orang pada auman singa, dan roh nubuat yang turun ke bumi mengingatkan orang akan “pesan bersayap.” Singa juga melambangkan jabatan rajawi, suatu simbol yang tepat bagi Putra Allah.